Sabtu, 13 Maret 2021

Review/Ulasan Buku S.I.C HERO SAGA - MASKED RIDER KUUGA EDITION: ODYSSEY - SPECIAL DIGEST BOOK

Buku S.I.C OFFICIAL DIORAMA STORY - SPECIAL DIGEST BOOK
S.I.C HERO SAGA MASKED RIDER KUUGA - ODYSSEY

Salam Henshin!
Pada postingan kedua kali ini, saya akan membahas suatu item yang terdapat di dalam box S.I.C Vol.22 Masked Rider Kuuga Mighty Form. Yaitu suatu buku yang bertajuk "S.I.C Official Diorama Story - S.I.C Hero Saga Masked Rider Kuuga: Odyssey - Special Digest Book", sangat panjang memang namanya. Karena di dalam buku ini menceritakan tentang tokoh item dari S.I.C Vol.22 Masked Rider Kuuga itu sendiri. Kisah yang diceritakan dalam buku ini memiliki judul inti, yaitu: "Hero Saga Kuuga: Odyssey", yang mengisahkan perjalanan sosok Riku sebagai Ksatria Kuuga di zaman purba.

Cover Halaman Depan/Awal


Cover Halaman Depan/Awal

KISAH DIORAMA RESMI S.I.C (Super Imaginative Chogokin)
KISAH KEPAHLAWANAN S.I.C (Super Imaginative Chogokin)
"EDISI PENGENDARA BERTOPENG KUUGA"
 PENGEMBARA'AN 

Spesial Majalah Bulanan
Hobby Japan
Tidak Untuk Dijual

BUKU INTISARI KHUSUS

Karya Aseli : Shoutarou Ishinomori
Cerita : Hayase Masato (Ishimori Pro)
Sculpture (Ukiran Seni) Prototype S.I.C Kamen Rider Kuuga : Takeya Takayuki
Sculpture (Ukiran Seni) Diorama : Taniguchi Junichi
Supervisor Modelling : Takeya Takayuki
Supervisor : Ishimori Pro – Toei

S.I.C                                                              BANDAI
Super Imaginative Chogokin
©2000 Ishimori Pro – TV Tokyo – ADK – Toei

Halaman 1


Halaman 1 [Bab - Lynto]

Episode 1/4
LYNTO

Zaman dahulu kala, terdapat suatu ras/suku purba dengan keahlian beladiri dan bercocok tanam yang bernama suku "Lynto". Suku ini sangat mencintai kedamaian dan senantiasa berdampingan dengan alam. Mereka memiliki ketakutan dan keta'atan yang tinggi terhadap "para Dewa", sang penguasa alam semesta. Untuk menenangkan para dewa demi terciptanya kestabilan alam semesta, mereka bergantung pada kekuatan magis/supranatural dan ritual dari seorang "Shaman/Rahib Suci". Di zaman ini, kekuasaan dan status seorang Shaman/Rahib Suci sangatlah tinggi, bahkan sebagai buktinya, praktek medis/pengobatan-pun ditangani oleh seorang Shaman/Rahib Suci.

Kedamaian suku Lynto yang seperti itu kemudian mulai terancam. Mereka mempercayai akan suatu ramalan firasat para Shaman/Rahib Suci yang mengatakan bahwa, "akan muncul suatu suku manusia yang memiliki kekuatan siluman jahat untuk berbuat kerusakan", dan suku Lynto akan menghadapi ancaman itu. Masyarakat suku Lynto pun harus memilih satu diantara dua keputusan, apakah mereka harus bertarung atau tidak, dan juga siapakah yang akan menjadi pendekar untuk berjuang dalam pertarungan itu.

Kemudian, Lynto mengambil satu keputusan untuk bertarung, dan mereka pun melakukan latihan-latihan untuk memperkuat diri. Setiap waktu demi waktu di sela-sela kesibukan mereka seperti bercocok tanam, mengobati manusia dan hewan, merawat tumbuh-tumbuhan, hingga memberi makan anak-anak mereka, tidak lupa senantiasa untuk melakukan olah-tubuh sebagai bentuk latihan untuk memperkuat diri mereka.

Setelah melalui beberapa waktu dan proses yang panjang, para Shaman/ Rahib Suci pun akhirnya berkumpul dan mengajak seseorang untuk pergi ke suatu kuil di dalam hutan gunung Kurogatake yang tidak jauh dari desa. Di dalam kuil itu, mereka mempersembahkan suatu benda pusaka bernama "Batu Jiwa Merah Amadam" kepada seorang pria terpilih dengan tingkat kekuatan diatas rata-rata bernama "Riku". 

Riku menerima batu itu dengan penuh rasa hormat. Dengan menggenggam Batu Jiwa Merah "Amadam" di tangan kanannya, Riku berdiri di atas sebuah singgasana altar suci persembahan para Dewa. Kemudian Batu Jiwa "Amadam" itu mengeluarkan cahaya dan secara perlahan menghilang terserap ke dalam tubuh Riku lalu menjalar masuk dari dalam tangan hingga tertanam menuju ke dalam perutnya, saat itu muncul api merah membara dari bawah singgasana altar suci persembahan itu. Lalu tubuh manusia Riku pun berubah menjadi sosok ksatria berbaju tempur baja berwarna merah dengan kepala serta wajah yang berwujud siluman kumbang tanduk kabutomushi, serta sekaligus mendapat kekuatan dahsyat untuk bisa bertarung melebihi manusia biasa. Para Shaman/Rahib Suci menyebut wujud itu sebagai, ksatria "Kuuga". 
Pelatihan baru Riku sebagai Kuuga pun akhirnya dimulai dibawah bimbingan dari para Shaman/Rahib Suci.

Halaman 2

Halaman 2 [Bab - Gurongi]

Episode 2/4
GURONGI

"Gurongi (atau Grongi, dibaca: Gronggi)" adalah suatu ras/suku yang berpegang teguh pada tradisi purba kuno dengan membawa senjata logam yang terbuat dari kepingan-kepingan bintang dan meteorit yang datang dari luar angkasa lalu jatuh ke bumi. Mereka menggunakan senjata logam yang kuat itu untuk mengancam ras/suku lain. Alam semesta juga sepertinya memberikan kesempatan kepada suku Gurongi/Grongi untuk memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan ras/suku lainnya. 

Dikisahkan suatu hari, ada satu bintang/meteorit yang jatuh ke bumi pada malam bulan purnama. Suku Gurongi/Grongi yang melihat peristiwa itu langsung mengejarnya ke arah dimana bintang/meteorit itu jatuh. Mereka yang dalam perjalanan mengejar bintang/meteorit itu, tanpa sengaja menemukan satu pecahan batu meteorit aneh. Batu aneh itu memberikan daya tarik semacam kekuatan hati kepada orang yang melihatnya, namun secara perlahan terjadi efek samping dengan berubahnya struktur dasar tubuh DNA manusia mereka. Tubuh mereka perlahan demi perlahan berubah wujud berevolusi menjadi bentuk mirip seperti hewan-hewan dan tumbuhan yang sesuai dengan emosi hati mereka masing-masing. Dengan demikian, suku Gurongi/Grongi mendapatkan kemampuan serta kekuatan untuk bisa berubah wujud menjadi bentuk seperti siluman/monster. 

Banyak dari mereka yang bersemangat dalam mendapatkan kekuatan yang mengubah wujud mereka ke bentuk siluman/monster tersebut. Akan tetapi, mereka sudah kehilangan hati dan jiwa mereka sebagai manusia. Suku Gurongi/Grongi semakin memperkuat kekuatan mereka, mengikuti insting/naluri-nya untuk terus-menerus melakukan pengembara'an dengan membunuh makhluk hidup hingga berulang kali. 

Hingga akhirnya, mereka menjadi ancaman yang terbukti hingga sampai ke desa suku Lynto. Suku Gurongi/Grongi mulai menindas, menganiaya, dan membunuh suku Lynto yang lemah untuk merampas makanan mereka. Suku Lynto pun akhirnya memilih untuk lepas dari kehidupan sehari-hari mereka yang penuh dengan ketakutan akan teror ancaman bahaya besar, dengan memilih untuk menjadi pejuang dan bertarung bersama Ksatria "Kuuga" yang telah kembali dari pelatihan khususnya, demi menghadapi ancaman dan bertekad untuk melakukan perlawanan. Namun, suku Gurongi/Grongi terpukul-mundur karena kewalahan menghadapi serangan kekuatan suku Lynto dan terpaksa untuk melarikan diri ke suatu pulau serta mendirikan kuil yang menjadi markas mereka.

Riku yang sudah menjadi ksatria Kuuga, bersama para relawan pejuang dari desa Lynto menyerbu markas Gurongi menggunakan kapal laut dan perahu. Keinginan hati ksatria Kuuga akan kekuatan tambahan untuk bisa bertarung di air, memberikan respon pada Batu Jiwa "Amadam" sehingga merubah warnanya menjadi Biru dan memberikan kekuatan tambahan kepada Kuuga sehingga berubah menjadi wujud "Naga Biru" (Kuuga Dragon). Dengan wujud baru itu, Kuuga berhasil memukul mundur Gurongi yang muncul dari dalam lautan. 

Halaman 3

Halaman 3 [Bab - Gouram]

Episode 3/4
GOURAM

Tetapi, suatu ancaman baru telah muncul dan mendekat. Kuuga dan Lynto harus menghadapi musuh dari suku Gurongi yang memiliki kemampuan untuk terbang di udara dan memiliki kekuatan serta senjata dengan unsur angin. Kuuga dan Lynto pun dibuat tak berdaya oleh serangan makhluk itu. 

Krisis kesulitan yang dialami oleh sang kakak, Riku, dirasakan oleh sang adik perempuan yang buta matanya bernama "Mio" melalui mimpi. Mengetahui hal itu, "Kepala Desa" mempertimbangkan untuk menggabungkan "Batu Jiwa Merah" yang ada di dalam tubuh Riku dengan "Batu Jiwa Hijau". Akan tetapi, salah seorang Shaman/Rahib Suci yang menjaga dan menyimpan "Batu Jiwa" di dalam ruangan kuil justru mencurinya. Shaman/Rahib Suci itu ternyata adalah mata-mata Gurongi yang mencari keberadaan "Batu Jiwa Hijau".

Para Shaman/Rahib Suci pun berhasil meringkusnya. Banyak sekali Shaman/Rahib Suci yang memilih sang kakak, Riku untuk menjadi seorang ksatria dan hendak memberikan "Batu Jiwa Hijau" kepadanya, namun satu orang Shaman/Rahib Suci itu mengejek yang lainnya karena menganggap kalau Riku itu sama sekali tidak pantas untuk menjadi seorang ksatria. Saat mendengar hal itu, Mio menerjang Shaman/Rahib itu dan merebut "Batu Jiwa Hijau" dari tangannya. Bagai hati yang terhubung seperti merasakan perasaan Mio, "Batu Jiwa Hijau" itu melompat melonjak tinggi dengan sendirinya dan terbang tinggi ke angkasa. Mio percaya, kalau batu jiwa itu akan menyelamatkan kakaknya.

Saat sampai di lokasi pertempuran, "Batu Jiwa Hijau" yang memiliki kekuatan untuk meniru bentuk makhluk hidup, merasuk ke dalam tubuh seekor kumbang raja yang tengah sekarat di suatu dahan pohon akibat terkena serangan salah satu senjata Grongi terbang, sehingga membuat kumbang raja itu memiliki kekuatan untuk menjadi seekor serangga raksasa. Kekuatan itu adalah perubahan wujud yang didapatkan dari "Batu Jiwa Hijau", dan disebut sebagai "Gouram".

Kuuga pun akhirnya ditolong oleh "Gouram" dengan melindunginya dari serangan Gurongi yang terbang di udara. Dengan mengambil satu senjata busur panah milik salah seorang pejuang Lynto yang telah tewas, Kuuga melompat ke atas punggung "Gouram". Tiba-tiba "Batu Jiwa Amadam" yang semula berwarna Biru, berubah warna menjadi Hijau dan merubah wujud Kuuga "Naga Biru" (Kuuga Dragon) menjadi "Angin Terbang Hijau" (Kuuga Pegasus). Busur panah yang dipegangnya ikut berubah bentuk menjadi Busur Panah Hijau dengan tambahan "Batu Jiwa Hijau" yang muncul dibagian tengahnya.

Kuuga "Angin Terbang Hijau" (Kuuga Pegasus) akhirnya menang dengan bantuan pertolongan "Gouram" beserta senjata busur panah hijau dalam menghadapi serangan Gurongi. Akan tetapi, Gouram kemudian berkata, bahwa akan datang situasi yang lebih menakutkan, akan terjadi krisis yang akan menghampiri sang adik, Mio.

Halaman 4

Halaman 4 [Bab - Daguba]

Episode 4/4
DAGUBA

Di desa Lynto, muncul raja sekaligus ksatria terkuat suku Gurongi, "Shi Daguba Zeba". Badai pembantaian berhembus kencang di desa Lynto. Sang Kepala Desa yang tengah sekarat akhirnya ditemukan oleh Riku, sang ksatria Kuuga "Angin Terbang Hijau" (Kuuga Pegasus) setelah kembali dari pertempuran di markas Gurongi bersama dengan beberapa pejuang yang masih hidup. Kepala Desa mewasiatkan senjatanya sebelum tewas kepada Riku ksatria Kuuga "Angin Terbang Hijau" berupa sebilah pedang baja yang ditancapkan disebuah batu besar. 

Saat Riku sang ksatria Kuuga "Angin Terbang Hijau" (Kuuga Pegasus) mencabut pedang itu, muncul keinginan hatinya untuk bisa menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Hingga "Batu Jiwa Amadam" di perutnya yang tadinya berwarna Hijau, merespon keinginan itu dan berubah warna menjadi "Ungu", sehingga membuat wujud Kuuga "Angin Terbang Hijau" (Kuuga Pegasus) berubah menjadi ksatria Kuuga "Baja Ungu" (Kuuga Titan). 

"Gouram" yang menyaksikan perubahan wujud itu, merespon balik kekuatannya, sehingga memberikan kekuatan tambahan dan menjadikan tubuhnya terpecah, lalu menempel dan menyatu dengan seekor "Kuda Putih" peliharaan Riku. Wujud kendaraan baru pun terlahir yang disebut "Kuda Perang Berbaju Besi".

Dengan mengendarai "Kuda Perang Berbaju Besi" itu, Riku yang dalam wujud ksatria Kuuga "Baja Ungu" mendapat sebutan dari para pejuang Lynto, menjadi "Penunggang Bertopeng". Dan kemudian, ia pun melesat menghampiri "Shi Daguba Zeba" untuk bertarung di atas "Kuda Perang Berbaju Besi", hingga akhirnya berhasil menusuk jantungnya sampai mengalirkan darah yang sangat deras. Tubuh "Shi Daguba Zeba" yang masih tertancap oleh pedang baja, langsung dilempar oleh Kuuga "Baja Ungu" (Kuuga Titan) ke dalam sebuah peti besar bernama "Sarkofagus", dan kemudian di tutup oleh para pejuang serta di berikan mantra-mantra suci oleh para Shaman/Rahib Suci untuk dilakukan penyegelan.

Apakah Mio yang buta matanya termasuk beruntung, karena saat itu dia tidak dapat melihat neraka dunia itu?

Tempat di sekitarnya diselimuti kesunyian, dan suara derapan langkah sepatu kuda mendekati Mio. Badan Mio menegang saat berpikir bahwa ia adalah giliran selanjutnya untuk dibunuh. Tetapi, tangan penunggang kuda itu menyentuh pipi Mio dengan lembut. Mio mengingat sentuhan tangan itu. Kakaknya, Riku telah pulang.

Halaman 5

Halaman 5 [Ksatria - Kuuga]

Data Para Tokoh
KSATRIA - KUUGA

Wujud [Merah]
Batu Jiwa Amadam yang diserap ke dalam tubuh Riku, pria dari suku Lynto, memungkinkan dia untuk berubah menjadi Kuuga dengan mengaktifkan sel-sel serta mengembangkan jaringan otot dan sistem syaraf. Wujud [Merah] ini memiliki kekuatan yang seimbang, cocok untuk pertarungan fisik.

Wujud [Biru]
Dibandingkan dengan wujud [Merah], kecepatan dan kekuatan lompatannya meningkat, memungkinkan dia untuk melakukan gerakan yang sangat cepat. Tetapi, di sisi lain memiliki kelemahan, yaitu kekuatan pukulannya yang melemah. Untuk mengatasinya, dia menggunakan senjata khusus, yaitu "Tongkat" yang disebut, "Tongkat Naga" ("Dragon Rod").

Wujud [Hijau]
Kekuatan penglihatannya mampu menangkap sinar ultraviolet, inframerah, dan gelombang elektromagnetik. Kekuatan pendengarannya bahkan mampu menangkap suara ultrasonik. Dengan memiliki kekuatan ekstrasensorik itu, dia mampu melihat musuh yang jauh maupun yang tak terlihat. Mengalahkan musuh dengan menggunakan senjata khusus berupa "Busur Panah", yang disebut "Busur Panah Kuda Terbang" ("Pegasus Bowgun").

Wujud [Ungu]
Kekuatan otot di seluruh tubuh meningkat, wujud yang menampilkan kekuatan yang luar biasa besar. Armor yang melindungi tubuhnya menjadi lebih tebal dan keras, menghalangi serangan musuh. Dengan menggunakan kekuatan itu, untuk pertamakalinya dia dapat menggunakan pedang raksasa untuk mengalahkan musuh.

Gouram [Bataliyon Besi]
Membawa batu jiwa hijau untuk digabungkan dengan sang ksatria. Batu jiwa mengambil bentuk dengan benda-benda sekitarnya untuk berubah, merasakan keingin sang ksatria dan membantunya untruk bertarung.

Halaman 6

Halaman 6 [Suku - Gurongi]

Data Para Tokoh
SUKU GURONGI

Me-Giiga-Gii [Monster Cumi]
Meludahkan cairan tubh yang dapat meledak untuk menyerang musuh. Untuk menghasilkan cairan tubuh itu, suhu tubuhnya meningkat hingga 280 derajat sehingga perlu mendinginkan tubuhnya secara rutin. Dia juga memiliki tubuh lentur yang bisa menyerap serangan fisik.

Gu-Jyaaza-Gii [Monster Hiu]
Memilki dua wujud tubuh, yaitu tubuh yang lincah atau tubuh yang keras sesuai dengan pertarungan yang dihadapinya. Ketika bertarung dengan tubuh yang lincah, dia menggunakan tombak tajam. Ketika bertarung dengan tubuh yang keras, dia menggunakan pedang yang besar.

Gu-Bemiu-Gii [Monster Ular Laut]
Berubah dengan menggunakan gelang di kakinya dan menggunakan cambuk bersuhu rendah untuk membunuh lawan. Suhunya mencapai 150 derajat dibawah nol.

Zu-Gouma-Gu [Monster Kelelawar]
Terbang ke angkasa dengan kecepatan 120 kilometer. Darah manusia adalah sumber kekuatannya dan menggunakan cakar serta taringnya untuk membunuh lawan. Tidak suka melihat dan terpapar langsung dengan cahaya matahari.

Shi-Daguba-Zeba [Sang Pembawa Kegelapan Total / Ultimate Darkness]
Ksatria terkuat sekaligus raja dari suku Gurongi. Disebut sebagai "Wujud Terakhir"/"Ultimate Body", tetapi bukanlah wujud sesungguhnya. Kekuatannya melampaui semua Gurongi. Kalah dalam pertarungan melawan Kuuga, tetapi hingga saat terakhir dia tidak menunjukkan wujud yang sesungguhnya.

Cover Halaman Belakang/Penutup

Cover Halaman Akhir/Penutup


DIKISAHKAN DALAM S.I.C ORIGINAL
SEJARAH PERTARUNGAN PARA KSATRIA
Di Majalah Bulanan Hobby Japan
Sebuah Serialisasi Yang Terkenal

Majalah Bulanan Hobby Japan
Terbit setiap tanggal 25. Harga 780 Yen (Majalah Utama 743 Yen)

Kikaider, Kikaider 01, dan "Kikaider", Kikaider 00.
Kisah Menyedihkan Para Manusia Cyborg.
Kisah Resmi Diorama S.I.C.
Kikaider 00 harga 2000 Yen (Majalah Utama 1905 Yen).  

Baiklah!
Cukup sekian riview/ulasan saya kali ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan yang terdapat di dalam tulisannya. Terimakasih. Salam Henshin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar